All About My Blogs

Tuesday, October 10, 2006

Dua Windows Satu Linux

Dear folk, saya menulis ini karena ada permintaan dari sahabat karibku, orang yang begitu baik padaku, pada anak dan istriku pula, sedang menimba ilmu di negeri orang, semoga engkau kuat melangkah dan sukses selalu menemanimu, sobat.

Setelah sistem operasi (SO) Linux naik daun, keinginan untuk memasang lebih dari satu SO di dalam satu komputer, lebih sempit di dalam satu harddisk, sudah menjadi kebutuhan. Kenyataannya, kita memang dapat meletakkan dua atau lebih SO di dalam satu harddisk. Saya sendiri sering dan selalu melakukan ini pada komputer baik desktop maupun laptop (notebook). Pada notebook sekarang, dengan memory 256 (potong VGA) dan harddisk 40 GB, saya menginstal Windows XP Professional SP2, Linux Fedora Core 5 dan SimplyMepis 6.0 (turunan Ubuntu). Nah, teman saya ini minta tolong, bagaimana kalo ingin punya dua Windows XP (Home dan Professional) dan Linux pada satu harddisk.

Menurut saya, dari berbagai percobaan sebelumnya, Windows sangat mudah diinstal. Katakanlah harddisk pada komputer (laptop) kita berukuran 80 GB. Setelah dibagi-bagi, diperoleh 3 partisi primer dengan kapasitas masing-masing 12.5 GB (misal), dan sisanya sebagai extended ( di dalamnya akan ada banyak partisi logika). Partisi logika dapat berukuran misalnya 10 GB dan terdapat sebuah partisi kecil, sebaiknya 2 kali ukuran memory, misalnya 2 x 512 MB = 1 GB yang selanjutnya digunakan sebagai partisi swap sistem Linux (nanti). Partisi primer, jika dilihat dari sistem Linux dapat bernama /dev/sda1, /dev/sda2, /dev/sda3, dan partisi logika dimulai dari /dev/sda5.

Salah satu dari partisi primer harus aktif dan disebut sebagai boot partition. Di sinilah file-file boot Windows diletakkan, meskipun Windows dapat diinstal di partisi lain. Katakanlah kita akan menginstal Windows XP Home di drive C atau /dev/sda1 dan biasanya ini menjadi partisi aktif. Windows XP Professional akan diletakkan di /dev/sda2 dan Linux pada /dev/sda3.

Instalasi Windows tentu cukup sederhana, baik instalasi Windows edisi Home maupun Professional. Masukkan CD ROM ke CD Drive dan ikuti petunjuk yang diberikan. Pastikan kita menginstalnya pada partisi utama (primer), misalnya C. Pertama tentu instalasi Windows edisi Home. Setelah selesai, lanjutkan dengan cara sama untuk instalasi Windows XP Professional, tetapi saat diminta menentukan dimana akan diinstal, pilih partisi lain, misalnya D atau /dev/sda2. Langkah lainnya sama. Pastikan langkah-langkah diikuti sampai selesai.

Sekarang silakan reboot (restart) komputer. Insya Allah Windows XP menampilkan pilihan, mana yang akan digunakan, Windows XP Home atau Windows XP Professional. Jika ingin mengubah ini, silakan masuk ke Windows XP Professional, kemudian masuk control panel, System, dan Performance. Edit bagian Startup.

Sekarang saatnya instalasi Linux, katakanlah Fedora Core 5 edisi DVD. Masukkan DVD ke dalam drivenya. Ikuti langkah-langkah instalasi secara mudah. Hati-hati pada bagian partisi. Pastikan anda memilih pengaturan partisi secara manual (custom). Selanjutnya pilih /dev/sda3, klik Edit dan berikan titik mount /. Kemudian pilih partisi berukuran 1 GB, klik Edit dan pilih file system Swap. Ikuti langkah-langkah lain dan agar lebih mudah, silakan pilih paket standard. Terakhir, klik Install. Detailnya dapat diperoleh di http://fedora.redhat.com. Silakan download manual instalasi Fedora Core 5 di sana (sudah dizip).

Selang beberapa waktu (30 menit kali yeee), instalasi selesai. Kita harus men-klik Reboot dan keluarkan DV D dari drivenya. Sekarang, saat boot, akan tampil dua SO, Linux dan Windows. Jika memilih Windows maka akan ada 2 pilihan lagi, Home atau Professional.

Ya...begitulah gambaran memasang 2 Windows dan Satu Linux di dalam satu Harddisk. Semoga bermanfaatkan sodaraku.